Close

TOTAL VISITOR


Hit Counter provided by Curio cabinets

VIDEO

Animasi hepatitis c

CATEGORIES

LINK

Android App
PAPDI
AASLD
EASL
APASL
KURSUS PENYEGAR HEPATOLOGI 2014
PPHI
The Indonesian Journal of Gastroenterology, Hepatology, and Digestive Endoscopy
Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM
IDI

PELAYANAN

Pelayanan Divisi Hepatologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam

Pelayanan Konsultasi

Memberikan pendampingan khusus tindakan atau prosedur terkait dengan pasien yang memiliki masalah hati, pancreas dan empedu. Pelayanan konsultasi dan pengobatan penyakit hepatopancreatobilier oleh dokter konsultan gastroentero hepatologi yang ahli dan berpengalaman di bidangnya.

Pelayanan Prosedur Diagnostik

Biopsi Hati (Core Biopsy)

Merupakan prosedur untuk mengambil sebagian kecil sampel jaringan hati untuk melihat keadaan kerusakan hati yang sebenarnya. Core Biopsy merupakan biopsi dengan panduan USG. Pada kedua prosedur ini, jarum biopsi akan dimasukkan hingga ke jaringan hati dengan anestesi lokal sebelum tindakan. Indikasi: hepatitis kronik, perlemakan hati (NAFLD), FUO, ikterus, dll. Syarat: pasien dengan hemodinamik stabil. KI: pasien dengan gangguan fungsi pembekuan darah. Komplikasi: nyeri, pendarahan, infeksi.

Biopsi aspirasi dengan jarum halus / Fine needle aspiration biopsy (FNAB)

Pengambilan sel pada nodul hati dengan panduan USG. Indikasi: massa di hati. Kl: pasien dengan gangguan fungsi pembekuan darah.

USG Abdomen

Tindakan diagnostic untuk melihat organ intra abdomen (hati, kantung empedu, pancreas, limfa, ginjal, kelenjar getah bening, dll). Syarat: Puasa 10 jam sebelum dilakukan USG.

USG kontras / Contrast-Enhanced Ultrasonography (CEUS)

Tindakan USG menggunakan agen kontras yang dimasukkan secara intravena untuk konfirmasi keganasan di hati. Syarat: Puasa 10 jam sebelum dilakukan USG.

Fibroscan

Pemeriksaan diagnosis non-invasif untuk menilai derajat kekakuan fibrosis hati. Indikasi: hepatitis kronik, perlemakan hati (NAFLD), dll.

Flicker Test

Merupakan prosedur diagnostik non invasif untuk mendiagnosis ensefalopati hepatikum minimal. Kacamata khusus akan menampilkan sebuah titik merah yang berkedip dengan frekuensi yang semakin melambat, getaran atau kedipan pertama yang dirasakan oleh pasien akan dicatat.

Peritoneoskopi

Merupakan prosedur diagnostik invasif minimal untuk melihat organ internal. Pemeriksaan dengan memasukkan alat peritoneoskopi ke dalam rongga peritoneum. PTBD (Percutaneous transhepatic biliary drainage) Prosedur terapeutik drainase biliary perkutan. Indikasi: Ikterus obstruktif.

Pelayanan Prosedur Terapeutik

Aspirasi asbes

Merupakan tindakan drainase yaitu mengeluarkan cairan abses maupun kista pada jaringan hati yang akan dianalisis lebih lanjut di laboratorium.

Pungsi asites parasentesis abdomen

Tindakan diagnostik dan terapetik untuk mengeluarkan cairan asites dalam rongga perut. Jarum pungsi ditusukan melalui dinding perut pasien untuk mengeluarkan cairan dalam rongga perut serta dipersiapkan jalur intravena untuk menjaga keseimbangan hemodinamik. Indikasi: diagnostic (SBP, TBC peritoneum, dll) dan terapeutik (asites masif). Syarat: pasien dengan status hemodinamik stabil. Kontradiksi: gangguan fungsi pembekuan darah. Komplikasi: nyeri, syok, pendarahan, infeksi.

PTBD (Percutaneous transheptic Biliary Drainage

Merupakan tindakan diagnostik dan terapetik untuk mengalirkan cairan empedu yang tersumbat. Indikasi: Ikterus obstruktif. Syarat: Pasien tanpa asites. KI: pasien dengan gangguan fungsi pembekuan darah. Komplikasi: nyeri, pendarahan, infeksi.

PEIT (Percutaneus ethanol injection therapy)

Prosedur terapeutik pada keganasan hati (hepatoma) dengan penyuntikan alkohol murni ke dalam sel kanker untuk membunuh sel tersebut. Alkohol disuntikan melalui kulit menggunakan jarum tipis dengan bantuan USG/CT Scan. ES: demam dan nyeri.

RFA (Radio Frequency ablation)

Merupakan prosedur invasif minimal untuk membakar nodul hati melalui jarum yang dimasukkan perkutan. Pasien akan dilakukan anestesi lokal sebelum dilakukan penusukan pada daerah perut pasien. Pelaksanaan dilakukan dengan panduan ultrasonografi. Pasien perlu puasa terlebih dahulu. Indikasi: nodul hati dan metastasis hati.

Endoskopi ultrasonografi

Gabungan antara endoskopi dan ultrasonografi untuk memperoleh pencitraan liver, pankreas, saluran bilier dan struktur di sekitarnya melalui lumen saluran cerna.

Pemeriksaan

Deteksi DNA virus menggunakan gel elektroforesis

Divisi Hepatologi menyediakan fasilitas pemeriksaan
DNA & RNA virus Hepatitis B & C, dengan menggunakan metode gelelektroforesis. Elektroforesis gel merupakan salah satu teknik utama dalam biologi molekular. Prinsip dasar teknik ini adalah bahwa DNA, RNA, atau protein dapat dipisahkan oleh medan listrik. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi DNA & RNA virus yang terdapat pada darah pasien.